Thursday, April 2, 2009

Calistung bukan untuk anak TK.. (menengok persiapan Lomba Calistung di SDN Cimahi Mandiri 1)

Iya, calistung bukan untuk TK.. dalam artian belajar membaca, menulis, berhitung seperti yang Kak Tia jalani di SD sekarang. Kalau untuk TK, saya setujunya "mengenalkan" calistung itu boleh, dan itu pun harus sambil bermain... tanpa tekanan...

Kemarin ini, saya mendapat 'kesibukan, kepenatan' nunggu anak pulang sekolah yang di luar jam biasanya. Bukan hal yang baru sebenarnya, kalau capek-capek kayak gini mah sudah sering, apalagi kalau mau me-lomba-kan anak.

Di kelas unggulan, kak Tia tidak lagi pulang jam 10.15 (masuk dari pk. 07.00 wib), tapi bergeser menjadi jam 11 siang. Itu pun kadang lewat. Nah,.. apalagi setelah kepilih jadi wakil lomba calistung, pulangnya jadi jam 12, karena setelah sekolah, ada latihan dulu sama gurunya untuk persiapan lomba.

Lomba calistung di SD, adalah program dari Diknas Pendidikan, terbagi 4 kategori : Membaca (untuk kelas 1), Menulis Tegak Bersambung (untuk kelas 1), Mencongak (untuk kelas 2), dan Dikte (untuk kelas 2). Dan kak Tia terpilih di Lomba Membaca bersama ke-4 temannya yang lain untuk gabung dalam 1 tim (terdiri dari 5 anak).

Bagaimana aturannya? untuk membaca 100 kata dibaca dengan intonasi yang baik, volume suara yang cukup (karena bacanya g pake microphone), ketepatan kata (kalau salah ngucap, nilainya di-minus 5), diperlukan waktu maksimum 72 detik.

Menulis Tegak bersambung? Wah... kalau yang ini, saya salut bener melihat tulisan anak kelas 1 bimbingan Ibu Iis Sriyatna, aduh... belum tentu emak-emaknya pada jago kayak anaknya. Rapiiiiihhhhh.... tegaaaaaakkkkk... tanpa hapusan, iih... kayak tulisan komputer we.. Subhanallah. Waktu yang dibutuhkan maksimum 15 menit untuk sekitar 12-15 kalimat (lupa saya berapa jumlah katanya...).

Mencongak? Mendengarkan soal matematika, penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, bahkan gabungan keempat operasi tsb, dan menjawabnya dalam sehelai kertas, tanpa boleh mengotret.. Bagaimana soalnya, ternyata, begitu saya tanya kakak angkatan kakak, Cindy... bentuk soalnya sudah mencapai angka puluhan dan ratusan, dan waktunya pun terbatas sekitar 3-5 detik untuk menjawabnya. Ck..ck..ck.. berdecak kagum saya mendengarnya, meni hebat kieu kelas 2 teh... baru kelas 2 gitu lho..!

Dikte? Menuliskan kalimat-kalimat yang diucapkan oleh guru secara tepat, dan cepat.

Karena bentuknya tim, masing-masing kategori calistung diwakili oleh 5 anak, maka penilaiannya pun diakumulatifkan. Nilai akhirnya baru dibandingkan... tim dari sekolah mana yang mendapatkan nilai yang paling baik, yang paling tinggi, itulah yang menjadi pemenang. Lombanya, mulai dari antar gugus, kecamatan, kota... Belum tau apa dilanjutkan sampai provinsi atau engga. Di kota Cimahi, Tingkat gugus, pelaksanaannya tgl Kamis, 26 Februari 2009, di tingkat kecamatan tanggal Sabtu, 14 Maret 2009, dan di tingkat kota tanggal Rabu, 25 Maret 2009.

Bagaimana prestasi SDN Cimahi Mandiri 1 ini? Kak Tia dan tim membacanya yang lain, ada Meisya, Husna, Diva, dan Wafi, alhamdulillah, masuk sampai tingkat kota. Tapi di tingkat kota belum mendapatkan juara. Tim menulis, ada Amanda, Cyndara, Bilal, Lala, Nyoman, dan Mutia, menjadi juara 1 tingkat kota Cimahi. Demikian pula dengan Mencongak, juara 1. Sedangkan untuk Dikte, sampai tingkat gugus (juara 1) dan tingkat kecamatan ada di peringkat ke-6. Selamat ya untuk anak-anak... mudah-mudahan dapat menjadi pengalaman yang berharga.

Untuk Ibu-ibu yang putra/i-nya masih di TK.. Tidak usah terlalu khawatir mengajarkan calistung, karena sebenarnya guru kelas 1, seperti Ibu Iis Sriyatna, beliau pernah mengatakan "lebih senang mengajarkan calistung mulai dari kelas 1 saja", karena menurut beliau, mengajarkan anak yang masih 'mentah' dengan yang sudah ada 'dasar', jauh lebih enak mengajarkan anak yang masih 'mentah', karena lebih mudah dibentuk, lebih mudah diarahkan, dan lebih bagus pencapaiannya....

1 comment:

  1. METODE PERTAMA DI INDONESIA

    OUT BOUND CALISTUNG
    Semakin dini usia anak, maka konsep bermain itu belajar sangat melekat didalam system pembelajaran. Berawal dari hal ini, maka kami mempunyai ide jitu, unik, pertama dan paling utama, yaitu Out Bound calistung (cara memperkenalkan membaca, menulis dan menghitung dengan metode Out Bound)
    Out bound calistung paling disukai anak, dikarenakan :
    1. Situasi bermain sambil belajar,
    2. Tempat diluar ruangan,terbukti mempercepat daya tangkap ilmu kedalam otak anak
    3. Memaksimalkan otot, otak dan hati dalam rangkaian gerakan terbukti sangat mudah dicerna dan ilmu yang ada tahan lama
    4. Melalui Out Bound, suasana kondusif dapat diciptakan, sehingga mampu membangun konsentrasi anak untuk dapat berpikir, bertindak lebih baik dan lebih efektif.


    Event-event yang dapat dilaksanakan guna menunjang pemahaman Out Bound calistung, kami memberikan beragam penawaran, diantaranya :
    1. Pelatihan bersertifikasi (level I, II dan master Trainer Out Bound calistung)
    2. Diskusi
    3. Bedah modul
    4. Out bound calistung kepada guru, orangtua dan pemerhati anak
    5. Out Bound calistung kepada anak didik
    6. Seminar


    (0274) 6932552 / 0818260304

    ReplyDelete